IHSG melemah pada perdagangan Kamis (29/10/2026). Indeks Harga Saham Gabungan turun 139,49 poin atau 2,64% ke 5.142,82 pada akhir sesi pertama.

Pelemahan terjadi setelah IHSG sempat dibuka menguat di 5.305,20. Indeks bahkan menyentuh level tertinggi yaitu 5.320,90 sebelum berbalik arah ke zona merah.

Berdasarkan CNBC Indonesia, IHSG mulai melemah tajam dalam sekitar satu jam pertama perdagangan. Indeks menembus 5.200 sebelum pukul 10.00 WIB, kemudian bergerak di kisaran 5.140 - 5.180.

Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (28/10/2026).
Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (28/10/2026). Sumber: CNBC Indonesia/Faisal Rahman

Sejumlah Saham Beri Tekanan pada IHSG

Pada akhir sesi pertama, IHSG berada dekat dengan titik terendah hari itu, yaitu 5.135,52. Sementara itu, nilai transaksi tercatat mencapai sekitar Rp5,66 triliun dengan volume 141,84 juta lot.

Sejumlah saham berkapitalisasi besar turut menekan pergerakan indeks. Tercatat BBCA, ASII, BBRI, TLKM, dan BREN sebagai beberapa saham yang mengurangi poin IHSG.

The Fed dan Inflasi AS Jadi Perhatian

Keputusan bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve (The Fed) menjadi salah satu sentimen yang menjadi perhatian para pelaku pasar. The Fed mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,75% - 4,00%, meski dua pejabatnya mendukung kenaikan sebesar 25 basis poin.

Ketua The Fed Kevin Warsh belum memberikan sinyal jelas mengenai arah kebijakan berikutnya. Bank sentral tersebut juga menyatakan inflasi masih tinggi dan menegaskan upayanya untuk mengembalikan inflasi ke target 2%.

Selain keputusan suku bunga, pasar menantikan rilis data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) Amerika Serikat untuk September 2026. Data tersebut dijadwalkan diumumkan pada Kamis (29/10/2026) pukul 19.30 WIB.

Inflasi PCE menjadi salah satu indikator yang diperhatikan The Fed dalam menentukan kebijakan moneter. Hasil rilisnya pun menjadi perhatian investor untuk menilai kemungkinan arah kebijakan suku bunga selanjutnya.

Pelaku pasar juga mencermati perkembangan ekonomi global dan keputusan suku bunga Bank Sentral Eropa (ECB). Berbagai sentimen tersebut menjadi perhatian di tengah pelemahan IHSG pada sesi pertama perdagangan.

Bagikan artikel ini
Catatan redaksi

Artikel ini disusun untuk membantu pembaca memahami konteks sebuah isu. Bila menemukan kekeliruan, sampaikan kepada redaksi melalui kanal kontak.