Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, kembali menjadi sasaran penggerebekan narkoba pada Minggu (1/11/2026). Operasi yang melibatkan 1.800 personel gabungan ini dilakukan untuk menindaklanjuti aktivitas peredaran narkoba yang masih ditemukan di kawasan tersebut.

Dalam operasi kali ini, polisi menggunakan KRL Commuter Line untuk menuju kawasan sasaran. Sebanyak 29 orang diamankan, tetapi sejumlah bandar yang menjadi target operasi justru berhasil melarikan diri.

Padahal, penindakan terhadap jaringan narkoba di Kampung Bahari sudah dilakukan sebelumnya. Pada Agustus lalu, BNN juga menangkap MR alias Bos Gendut yang dikenal sebagai salah satu bandar narkoba di kawasan tersebut.

Polri bersama BNN menggunakan KRL saat melakukan penggerebekan bandar narkoba di kawasan Kampung Bahari, Jakarta Utara, Minggu (1/11/2026).
Polri bersama BNN menggunakan KRL saat melakukan penggerebekan bandar narkoba di kawasan Kampung Bahari, Jakarta Utara, Minggu (1/11/2026). Sumber: Dok. Istimewa/detikcom

Polisi Gunakan KRL untuk Gerebek Kampung Bahari

Penggerebekan pada Minggu (1/11/2026) melibatkan sekitar 1.800 personel gabungan. Petugas menggunakan KRL Commuter Line dari Stasiun Tanjung Priok untuk menjangkau kawasan Kampung Bahari dan Kampung Muara Bahari.

Kereta kemudian berhenti di jalur rel dekat lokasi sasaran. Petugas turun menggunakan tangga kayu kecil sebelum memasuki kawasan permukiman untuk melakukan penyergapan.

Dalam operasi tersebut, polisi juga menghadapi perlawanan berupa lemparan batu. Aksi itu diduga dilakukan untuk mengalihkan perhatian petugas dari area yang menjadi target penggerebekan.

Puluhan Orang Diamankan, Sejumlah Bandar Kabur

Dari operasi tersebut, polisi mengamankan 29 orang yang diduga terlibat dalam aktivitas peredaran narkoba. Petugas juga menyita sabu, ganja, ribuan pil ekstasi, mesin pencetak ekstasi, serta peralatan pengemasan.

Selain narkotika, polisi menemukan bong, senjata tajam, dan senjata api. Seluruh barang bukti tersebut turut diamankan untuk kepentingan penyelidikan.

Meski demikian, sejumlah bandar yang menjadi target operasi berhasil melarikan diri. Kapolda Metro Jaya Dadang Hartanto mengatakan polisi telah mengetahui identitas dan jejak para bandar tersebut sehingga pengejaran akan terus dilakukan.

Peredaran Narkoba Masih Manfaatkan Lapak di Sepanjang Rel

Salah satu hal yang menjadi perhatian polisi adalah aktivitas transaksi narkoba yang masih berlangsung di lapak-lapak liar sepanjang rel kereta. Keberadaan lapak tersebut dinilai membuat kawasan tersebut masih berpotensi dimanfaatkan sebagai tempat transaksi narkoba seterusnya.

Polisi juga menduga rencana penggerebekan kali ini sudah diketahui oleh para bandar. Dugaan tersebut muncul setelah sebelumnya dilakukan operasi berskala besar di kawasan Kampung Ambon dan Kampung Boncos.

Meski begitu, polisi menyatakan telah memetakan jalur pelarian para bandar yang kabur. Petugas akan terus melacak keberadaan mereka untuk memutus jaringan peredaran narkoba di kawasan tersebut.

Polisi Berencana Menata Ulang Kawasan Kampung Bahari

Selain mengejar bandar yang melarikan diri, polisi berencana bekerja sama dengan Pemerintah Kota Jakarta Utara dan Kementerian Perumahan untuk menata ulang kawasan Kampung Bahari. Salah satu langkah yang direncanakan adalah menertibkan bangunan-bangunan liar di sekitar lokasi.

Polisi juga ingin membedakan warga yang benar-benar bekerja sebagai pemulung dengan orang yang diduga menggunakan aktivitas berjualan sebagai kedok untuk mengedarkan narkoba.

Penataan ulang kawasan diharapkan dapat mengurangi ruang bagi aktivitas peredaran narkoba. Sebab, penggerebekan saja belum cukup jika jaringan dan tempat transaksi masih bisa kembali beroperasi.

Bagikan artikel ini
Catatan redaksi

Artikel ini disusun untuk membantu pembaca memahami konteks sebuah isu. Bila menemukan kekeliruan, sampaikan kepada redaksi melalui kanal kontak.